Angin kencang kemarin itu kan membawa debu yang mudahmasuk mata dan pernapasan. Karena itu, kami punyakeyakinan akan ada kenaikan kasus penderita keduapenyakit tersebut, ujar Handoko, Selasa (13/2) siang.
Karena itu, Handoko menyarankan, di tengah seranganangin kencang ini, warga sebaiknya memakai kacamataatau masker untuk melindungi mata dan hidung. Selembutapapun, hembusan angin tersebut akan membawadebu masuk ke mata dan hidung.
Ia pun mengemukakan data tahun 2000, dimana setiap bulanrata-rata ada 742 kasus penyakit mata (berbagai jenis,termasuk konjungtifitis). Sedangkan untuk penyakitISPA, pada kurun yang sama terdapat 7.262 kasus per bulan. Penyakit itu dialami penderita usia 0-60 tahun. Padahal,akumulasi kasus tersebut terjadi di saat situasinormal, ujarnya.
Scroll Untuk MelanjutkanSementara itu, Badan Metereologi dan Geofisika (BMG)menginformasikan, serangan angin kencang masih akanberlanjut hingga Kamis mendatang. Bencana anginSiklone Tropis itu berkekuatan sekitar 50 km per jam.Angin itu terjadi karena tekanan tinggi di kawasanAsia dan tekanan rendah di benua Australia, terutamadi Teluk Carpentaria. Perubahan tekanan itu akibatrotasi bumi yang tidak bisa diperkirakan terjadisetiap tahun, ujar Bambang Winarno, Kepala StasiunKlimatologi BMG Malang.
Ia memastikan, akibat perubahan tersebut tidak hanyamenyebabkan serangan angin kencang di Malang, tapijuga kawasan lain, seperti Situbondo, Blitar,Surabaya dan kawasan Gresik-Bawean. Akibat angin kencang ini, gelombang di perairan Laut Jawa naik hingga ketinggian5 meter. (Adi Sutarwijono)